Senin, 27 Agustus 2018

Di akhir penantian

Di Akhir Penantian 

Kini tlah berakhir penantian panjangku
Akan cinta dan kasih mu yang selama ini ku tunggu
Dan saat ini dirimu tlah datang kepadaku dan berikan jawaban yang sangat indah
Dan mewujudkan harapanku 

Sabtu, 25 Agustus 2018

Guruku

GURUKU
-Gilang Ramadan-






Tanpamu, aku hanya sebatang kayu..

Yg Tak bermakna untuk  debu..
Yg Terpenjara dalam gelap,
Yg Terlalap dalam senyap..

Guruku...
Kau adalah cahaya ilmu..
Yang hadir dengan rela..
Tanpa mengharap balas jasa.
 Kau ubah kayu yg tak bermakna..

Guru ku..
Lelah letih tak pernah kau rasa..
Sekalipun perih mengiris asa..
Tak sedikitpun kau goyah dalam berjasa..

Guruku ...
Abadilah dalam mengabdi..
Abadilah dalam berbakti
Pada negri..
yang kini ada untuk  generasi..
Menjadi penentu, nasib dari negri ku...

Sahabat

SAHABAT

-gilang ramadan-


Begitu banyak luka yg tak kau rasa..
Dari kejamnya hujatan kata..
Namun rasa mu tetap terjaga..
Dalam hasrat yang selalu bersama..

Dengarlah,
Kau bukan hanya sekedar kawan..
Yang seketika kan menjadi lawan..
Tapi, Kau adalah sahabat ku..
Sejati dalam hidup ku..
Takan hilang dalam masa ku..

Sahabatku,
Baik dan  buruk nya aku kau tau..
Susah dan senang nya aku kau pun juga tau..
Namun kau tak pernah khianat..
Meski terkadang, terjadi pertengkaran hebat..

Sahabat ku..
Tetaplah di sampingku..
Tanpa harusku dahului langkah mu..
Dan tanpa harus kau dahului langkah ku..

Sampai ahir
Sampai nanti..
Kaki tak bisa melangkah lagi...

Rabu, 22 Agustus 2018

Kamu..

-Rompis



Aku memih mlm
Walaupun itu mencekam
Dan
Aku memilih kamu
Walaupun itu rindu

Rabu, 15 Agustus 2018

AKU DAN DIAMKU

AKU DAN DIAMKU

-Gilang Ramadan-

Aku dan diamku...
terbelenggu jeruji kenangan
yang kini sulit ku lepaskan

aku dan sepiku...
bersama malam
yang hanyut dalam jeram
merasuk, hingga kebahagiaan terdalam
melepas semua janji, dan harapan

AKU PERCAYA

AKU PERCAYA

-Gilang Ramadan-


Aku percaya...
pada rangkaian takdir
yang memikat sebuah kisah
Bagaikan air mengalir, yang memburu daratan yang rendah

Aku percaya...
padamu yang kini kupuja
Tanpa harus memikirkan rumitya rumus fisiska

Dan kini ku percaya...
bahwa rasa yang ada
bukan sekedar khayalan BELAKA
yang hilang dalam sekejap MATA


MELIHAT MU

MELIHATMU
-Gilang Ramadan- 


Melihatmu...
Semua seakan memiliki putaran irama
Menjadikan Syair indah disetiap tatanan kata

Melihatmu...
Seakan menghentikan putaran waktu
Menjadikan diam dan terpaku

Melihatmu...
Adalah hasrat yang kian melekat
Menjadikan cinta, kian terpikat

HITAM DAN PUTIH

HITAM DAN PUTIH
-Gilang Ramadan- 





Tak perlu sandingkan, hitam dan putih
karena cintaku begitu jernih

Hitam,biarlah menjadi kelam
Diantara serpihan putih

Dan kamu
Janganlah ragu dalam memilih
Karena cinta
Bukan sekedar hitam dan putih

YANG KU IDAMKAN

YANG KU IDAMKAN

-Gilang Ramadan-




Ku tak pernah berharap
Rasa ini kan terungkap
Meski, rindu kan meluap
Bersama cinta yang kutatap

Ku ikhlaskan
Jika diri tak mengijinkan,
menggenggam cinta yang ku tanam
Dalam rasa yang terpendam

Andai waktu tak memiliki satuan detik
maka keindahan ini takan pernah merengik

Andai hari tak memiliki satuan minggu, yang takkan menjadikannya bulan
Maka, kebahagiaan ini akan selalu tertuju, padamu yang ku idamnkan

CINTA DAN BENCI

CINTA DAN BENCI

-Gilang Ramadan-


Terkadang benci
Berevolusi menjadi cinta
Mengubah rasa, menjadi nada-nada asmara

Terkadang benci
Tak bisa kau pahami
Bahwa yang dikatakan oleh hati
Bukan tak pernah mau perduli

Wahai kau wanita yang ku puja
Pahamilah, kata dari sekian nada berirama

Kerasnya batu, mengalah pada setetes air
bukan berarti dia lemah

Namun dia tahu
Untuk menjadi indah
Butuh hati yang berserah